Bulungan, CitraBenuanta – Dua desa di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan dijadikan Pilot Project dalam pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA), yang ditetapkan dalam kegiatan advokasi dan penandatanganan komitmen bersama pembentukannya di ruang serbaguna lantai II kantor bupati Bulungan, Senin (23/05/2022).
Hadir dalam kegiatan, Bupati Bulungan Syarwani yang juga turut melakukan penandatanganan komitmen Bersama, sekaligus membuka Bimtek Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA). Dua desa yang menjadi pilot project DRPPA di Bulungan, yakni Desa Gunung Seriang dan Desa Gunung Sari Kecamatan Tanjung Selor.
Bupati dalam sambutannya mengatakan pembentukan DRPPA ini, merupakan tindaklanjut arahan Presiden. Dimana ada 5 arahan Presiden Republik Indonesia, Jokowi, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.
“Saya berharap, pembentukan desa ramah perempuan dan peduli anak di dua desa itu, dapat menjadi penyemangat dan contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bulungan. Begitu pula dengan adanya bimbingan teknis Sapa, kita harapkan dapat ditindaklanjuti dengan optimalisasi layanan rujukan akhir bagi korban kekerasan perempuan dan anak melalui layanan sapa 129,” ujarnya.
Hal ini juga kata bupati dalam upaya mendukung terwujudnya pembangunan manusia yang berkelanjutan, khususnya dalam tujuan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Bupati juga mengingatkan, agar desa dapat memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi perempuan dan anak, dengan memenuhi hak atas perlindungan dari bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedianya sarana dan prasarana yang ramah perempuan dan anak.
Dimana desa harus mengintegrasikan perspektif gender dan ramah anak di setiap tata kelola pemerintahan dan pembangunan dan pembangunan tersebut harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Ada 10 indikator untuk mewujudkan DRPPA.
“Untuk mewujudkannya tidak hanya menjadi tanggungjawab desa saja, perlu dibangun sinergitas dan kolaborasi bersama-sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama maupun relawan-relawan,” imbuhnya.
Ditegaskan bupati, DRPPA dapat diintegrasikan dengan upaya penurunan hingga bebas stunting mulai tingkat akar rumpun di desa, sehingga diharapkan dapat mewujudkan pembangunan keluarga yang lebih berkualitas di desa.
“Saya minta semua pihak terkait dapat bersinergi dan berkolaborasi bersama-sama mancari solusi terbaik di setiap indikatornya. Sehingga tercipta model DRPPA yang ideal, di mana nantinya model tersebut dapat diterapkan di seluruh wilayah Bulungan,” tutupnya.(MC Bulungan/sny)